GURU PROFESIONAL ATAU SPESIALIS

GURU PROFESIONAL ATAU SPESIALIS

Oleh: Drs. Ruston, M. Pd.
(Pemerhati Pendidikan Pasaman Barat)

Guru adalah pendidik profesional. Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional) dan sertifikat pendidik.
Manakah sebenarnya yang dibutuhkan: guru profesional atau guru spesialis?
Bila dianalogikan profesi guru dengan profesi dokter maka guru profesional sama dengan dokter umum. Sedangkan guru spesialis sama dengan dokter spesialis. Salah satu syarat untuk menjadi guru profesional adalah memiliki kualifikasi akademik strata 1 atau Diploma IV. Seorang guru yang memiliki ijazah S1 meskipun tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dapat diajukan menjadi guru profesional. Misalnya guru yang memiliki ijazah diploma II jurusan Matematika, ijazah S1 jurusan PPKn, dan mengajar matematika dapat diajukan menjadi guru profesional. Kulitnya PPKn sedangkan isinya Matematika.
Tak jarang pula ditemukan bahwa guru yang memiliki Ijazah diploma dan atau S1 jurusannya sama, misalnya Bahasa Inggris, mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, diajukan menjadi guru profesional mata pelajaran Bahasa Inggris. Ijazah, mata pelajaran yang diampu dan sertifikat pendidik sesuai dengan keahliannya yang lebih tepat disebut dengan guru spesialis.
Dari kedua contoh di atas dapat disimpulkan bahwa guru profesional yang tidak sesuai jurusan adalah guru umum. Sedangkan guru profesional yang sesuai jurusan adalah guru spesialis. Guru profesional belum tentu guru spesialis. Guru spesialis sudah pasti guru profesional. Guru profesional berhak memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok per bulan. Bagaimana dengan tunjangan guru profesional sekaligus guru spesialis? Sampai sekarang tidak ada perbedaan. Mungkin akan diperhatikan dan direalisasikan.
Menurut logika, guru yang dibutuhkan adalah guru spesialis. Guru yang memiliki keahlian dan mengajar sesuai dengan keahliannya akan lebih berkualitas bila dibandingkan dengan guru yang mengajar tidak sesuai dengan keahliannya. Misalnya guru yang berlatar belakang IPA lebih sesuai mengajar IPA daripada mengajar IPS.
Untuk menjadikan guru profesional sekaligus spesialis perlu diperhitungkan langkah-langkah berikut. Pertama, pemberian sertifikat pendidik lebih selektif. Sertifikat pendidik hanya dapat diberikan kepada guru yang memiliki ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. Ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 pasal 42 ayat (2).
Kedua, kualifikasi akademik S-1 atau D-IV yang dinilai melalui portofolio harus sesuai jurusan. Dengan demikian akan tercipta guru profesional dan spesialis. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 pasal 1 dinyatakan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Ketiga, Diklat atau program pendidikan profesi bagi guru yang tidak lulus uji kompetensi (penilaian portofolio) perlu dikaji ulang. Guru yang mengikuti Diklat adalah guru yang penilaian portofolionya dinyatakan tidak lulus atau belum mencapai 850 poin. Diklat termasuk test dilaksanakan selama 9-10 hari, baik nilai portofolionya mendekati 850 maupun sekitar 400 poin. Sebaiknya dibedakan antara mereka yang mendekati dan yang masih jauh kurang dari 850 poin. Keempat, pemantauan terhadap guru profesional dalam melaksanakan tugas perlu ditingkatkan. Sebaiknya guru profesional dapat menjalankan tugas dengan baik meskipun ada atau tidak ada pengawasan. Sangat dibanggakan bila guru profesional menjalankan tugas dengan baik meskipun tidak ada pengawasan dari pihak terkait. Sebaliknya, sangat disayangkan bila guru profesional hanya menjalankan tugas dengan baik bila ada pengawasan yang ketat. Yang lebih fatal lagi, sangat diharamkan bila mengajar hanya dalam daftar pelajaran saja. Semoga hal ini tidak terjadi.
Dengan demikian tenaga-tenaga pendidik yang profesional atau guru profesional dan spesialis akan terwujud sehingga mutu pendidikan di negara kita ini meningkat. May God bless us.

Advertisements

Posted on February 16, 2010, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: